Penulis: Andre Muhamad Pajri
(foto: kemenag.co.id)
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama telah resmi menetapkan bahwa 1 Ramadhan 1446 Hijriah jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025. Keputusan ini diambil setelah pelaksanaan Sidang Isbat pada Jumat, 28 Februari 2025, di Kantor Kementerian Agama, Jakarta Pusat. Sidang tersebut dipimpin oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar, dan dihadiri oleh perwakilan ormas Islam, pakar astronomi, serta instansi terkait lainnya.
Sidang Isbat merupakan forum resmi yang diadakan oleh Kementerian Agama untuk menetapkan awal bulan Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah guna menjaga kesatuan umat Islam dalam menjalankan ibadah. Penentuan awal Ramadhan diawali dengan rukyatul hilal (pengamatan bulan sabit) yang dilakukan di berbagai titik pemantauan di Indonesia. Tim yang terdiri dari ahli falak, perwakilan ormas Islam, dan pejabat Kementerian Agama mengamati hilal saat matahari terbenam pada 29 Sya'ban dalam kalender Hijriyah. Jika hilal terlihat sesuai kriteria, maka keesokan harinya ditetapkan sebagai 1 Ramadhan. Jika tidak, bulan Sya’ban digenapkan menjadi 30 hari sesuai kaidah istikmal.
Sidang Isbat terdiri dari tiga sesi utama. Pertama, pemaparan posisi hilal oleh para ahli astronomi dan BMKG. Kedua, laporan hasil rukyatul hilal dari berbagai daerah. Ketiga, musyawarah dan pembacaan keputusan yang diumumkan oleh Menteri Agama.
Penetapan ini sejalan dengan keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang sebelumnya telah menetapkan 1 Ramadhan 1446 H pada Sabtu, 1 Maret 2025, berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal. Dengan demikian, umat Islam di Indonesia diharapkan dapat memulai ibadah puasa secara serentak.
Selain itu, Muhammadiyah juga telah menetapkan bahwa 1 Syawal 1446 H (Hari Raya Idul Fitri) akan jatuh pada Senin, 31 Maret 2025. Sementara itu, pemerintah akan menentukan tanggal resmi Idul Fitri melalui Sidang Isbat yang akan digelar menjelang akhir Ramadhan.
Dengan adanya keseragaman penetapan awal Ramadhan antara pemerintah dan Muhammadiyah tahun ini, diharapkan umat Islam di Indonesia dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih khusyuk dan penuh kebersamaan.